Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan

CERITA DEWASA : Malam Pertama Setelah Menikah

KUMPULAN CERITA MALAM PERTAMA

** (CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah) :  
1. AKU DAN ISTRIKU (Mantan Pacar)
Saat itu hari sabtu bulan Oktober 2014 hatiku merasa sangat senang, senang dalam arti aku lagi merayakan pesta pernikahan berkumpul dengan seluruh keluarga, sanak saudara dan teman-teman.

CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah
Dan saat itu aku udah halal untuk menggauli calon pacarku, yang kini sudah jadi istriku. Puncak rasa senangku bertambah ketika sedikit demi sedikit satu persatu tamu-tamu pada pulang, ku lirik istriku yang duduk bersamaku di pelaminan terlihat tersenyum manja dan didalam hati sanubarinya yang paling dalam tampak dia sangat senang dan bahagia, akhirnya ku pegang tangannya erat-erat, terasa hangat sekali. 

Saat aku melakukan hal seperti itu salah seorang tamu melihatku dan terseyum kepadaku, aku jadi malu dibuatnya akhirnya perlahan-lahan ku lepas tangan istriku dari peganganku. 
Saat aku melihat jarum jam tepat jam 22.00 perias pengantin mendatangi dan mengatakan bahwa kita udah boleh ganti pakaian dan meninggalkan tempat pelaminan untuk istirahat, kugandeng istriku menuju kamar pengantin, begitu sampai di kamar kulepas satu persatu baju pengantin istriku, wuih sungguh indah sekali ciptaan Allah ini. 
Tak tahan akhirnya kurabah sedikit-sedikit sambil dia melepaskan baju pengantinku saat aku sedang asyik bergerilya tiba-tiba ada suara ketukan pintu " mas mbak udah selesai gantinya,bajunya mau diambil " kata perias pengantin. " Sebentar mbak jawabku ". Akhirnya cepat2 kita pakai baju dan keluar kamar. 

Sampai diluar kamar masih terlihat tiga empat tamu yang lagi asyik ngobrol, di pojok ruangan depan terlihat paman sendirian lagi asyik dengan rokoknya ku hampiri beliau. " lllooohhh... llllooooohhh pengantinnya kok keluar " kata paman, " iya paman masih pingin ngobrol sedikit" kataku. 

Akhirnya hampir satu jam aku ngobrol ama paman tentang berbagai macam topik mulai asyiknya malem pertama, gimana membina rumah tangga yang baik sampai masalah bisnis, tiba-tiba istriku memanggil " mas ayo istirahat ", lah itu kamu udah d panggil ama istrimu, udah kamu masuk duluan " kata paman. 

Ya ... saya permisi dulu paman, jawabku. Dag... dig......dug hatiku saat kugandeng istriku menuju kamar pengantin yang berbau harum bunga melati, begitu sampai di kamar aku dan istri duduk di kasur kupandangi istriku dia terseyum, kucium keningnya, pipinya dan kulomoti bibirnya sambil bergerilya tanganku, begitu sampai pada miss V loh kok terasa tebal, istriku reflek langsung mendekati telingaku sambil berbisik, " maaf mas hari ini aku lagi ada tamu bulanan " katanya. 
Perlahan-lahan kutarik tanganku sambil berbisik ke telinganya " ya udah g pa2". Dalam hatiku wah berarti aku harus puasa selama 7 hari. Ya selama 7 hari Alhamdulillah aku bisa menahan g sampai kebobolan ( memasukkan Mr P ke Miss V dia ) selama 7 hari kita hanya bercumbu ria. Begitu pulang tamu bulanannya kupuas-puasin seharian penuh di kamar, sungguh nikmat malem ketujuh bagiku. 
Itulah cerita malam pertama yang saya rasakan cukup mendearkan untuk itu jika anda merasa senang saya persilahkan memberikan koment di kolom komen artikel berita terbaru ini, sekian dan terima kasih atas kunjunganya dan kita akan berjumpa lagi dilain topik yang lebih menarik untuk anda baca. 

** (CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah) :  
Malam itu, malam sebelum terjadinya akad nikah, Harun (sebut saja begitu) begitu gelisah dan cemas namun senang. Di lintas yang lain, Yanti (sebut juga begitu) juga tak kalah gelisah. Mereka berdua saling memikirkan tentang berbagai hal yang bakal menjadikan sejarah di kehidupan mereka. Ngelamun yang ngeres pun juga dilakukan oleh si Harun, sambil tak jarang dia kadang bertanya tentang cara-cara berhubungan badan kepada teman-temannya yang pada waktu itu bedagang. 

Dasar teman-temannya adalah kebanyakan pria hidung belang dan jago ranjang, maka Harun pun banyak mendapat ilmu mengenai trik dan gaya-gaya posisi bercinta. Dijelaskan pula perihal Kamasutra, yang temannya beranggapan hal tersebut memberi banyak contoh tentang posisi-posisi ML. Harun pun mulai semakin membayangkan dan semakin tidak tahan untuk menanti hari besok yang sangat dia tunggu2. 
CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah
Kemudian akad nikah pun terjadi dengan sukses, sehingga Harun dan Yanti secara sah telah ditetapkan sebagai sepasang suami-istri. Wajah mereka saai itu sangat gembira dan sering mengumbar tanya. “Wah, lama banget ya ini malam hari tiba, tamu-tamu juga belum tahu sepinya jam berapa”, ujar Harun. “Tak sabar ini aku mempraktekkan Cerita Malam Pertama apa yang dibilang oleh teman-temanku”, tambahnya. 

Lalu malam pun tiba. Dengan penuh mimik malu sang Harun mengajak istrinya masuk ke dalam “yankkkk, ke dalam kamar yuk?”. si Yanti pun menjawab “iya kang”, dengan muka malu menunduk ke bawah tapi senyum-senyum penuh gairah. Di dalam kamar pun mereka lalu cerita-cerita tentang acara akad nikah dan kisah-kisah yang tadi dilaluinya. setelah itu, Kisah Malam Pertama dimulai. Si Harun bertanya kepada Yanti, “Apakah sudah siap?”, yang dengan sekejap dijawab Yanti “Sangat siap atuh bang”. Kisah Malam Pertama pun dimulai. 
Pertama kali Harun membuka bajunya, kemudian terlihat pakaian dalam yang dikenakan sang istri. “Amboi, bodymu sangat mirip dengan Dewi Persik neng, padat dan berisi, abang jadi sangat beruntung bisa memiliki dan menikmati tubuh yang sangat bahenol ini”. “Ah abang bisa aja, makasih”, timpal Yanti yang seketika itu juga langsung nyosor ke bibir Harun. Gulat X pun dimulai, dan mereka pun menjadi tanpa satu helai benang pun. “Ih punya abang lucu ya, kecil gitu bang, xixixixi”, ujar Yanti. “Loh, kecil-kecil gini gesit sekali neng, kalah ular cobra, hehe”, balas Harun
Pengalaman Malam Pertama sedang dalam proses, mereka melakukan foreplay, menjilat penuh gairah, tampak Harun meremas buah sang istri dengan penuh gairah. “ummmm, kenyal amat neng, ahhh…”. Lalu, dijilatnya juga serta digigit pas bagian kelengkengnya, sang istri pun semakin mendesah hebat. “Auhhhhhh, bang, luar biasa sekali rasanya. Teruskan bang, jangan sampe berhenti”. Pertarungan pun semakin menjadi-jadi, dan mereka melakukan 69. Slurp slurp slurp, terdengar bunyi yang begitu bersahutan akibat gairah asmara mereka yang sudah terpendam selama bertahun-tahun. 

Dan Kisah Malam Pertama pun menuju puncaknya. Setelah foreplay berhasil dilakukan, kemudian Harun mencoba memasukkan rudalnya yang sangat itu udah sangat tegang. “Auhhh bang sakit”, ujar Yanti. “Tenang Neng, kalau pertama kali kata orang emang sakit, namun setelah itu sangat nikmat”, jawab Harun. Setelah itu adegan kuda lumping pun berlangsung selama kurang lebih 15menit, setelah itu, Crotttt “ahhhh, abang keluar neng”, Harun berkata. “Sama bang, eneng juga udah keluar”, timpal Yanti yang seketika juga langsung memeluk si Harun dengan lembut dan penuh kasih sayang. “Pengalaman Malam Pertama yang sangat hebat dan tak terlupakan bang”, kata Yanti dengan rona muka yang tampak sangat puas. “Iya neng, sungguh hebat yang abang rasakan, belum pernah merasakan kenikmatan yang seperti ini sebelumnya”, ujar Harun sambil membuai rambut dan mengecup kening Yanti. “Love you pah”, “Love you tuh ma”, ujar keduanya yang menjadikan penutup Cerita Malam Pertama. 

** (CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah) :  
Lisa dan Ardi, sebut saja begitu. Keduanya mendapatkan pengalaman unik sekaligus lucu saat malam pertama usai menjalani pesta pernikahan 20 April 2005 silam. 
Lisa menceritakan, hari itu sebenarnya persiapan pernikahan sudah berlangsung heboh. Di luar perkiraan, pada pukul 02.00 dini hari, kakaknya yang sedang hamil tua mengalami pecah ketuban. Alhasil keluarganya pun harus pergi ke rumah sakit bersalin. Padahal akad nikah akan dilangsungkan pukul 09.00 WIB. 

Di pagi hari, Lisa cukup panik karena orangtuanya belum juga pulang dari rumah sakit. Hingga dua jam sebelum pernikahan, kedua orangtuanya belum juga datang. Baru pada pukul 08.00, mereka tiba di rumah, lokasi akad nikah dilangsungkan. 

CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah
Usai pesta pernikahan, Lisa dan Ardi merasa sangat lelah. Apalagi setelah sebelumnya ada 'drama' proses kelahiran kakak Lisa. Namun karena sudah tidak sabar dan penasaran, rasa lelah itu tidak terlalu dirasakan sehingga mereka memutuskan untuk mencoba bercinta. 

Agar momen malam pertama lebih intim, Lisa dan Ardi bercinta dengan kondisi lampu dimatikan. Dikisahkan Lisa, dia bercinta tanpa foreplay terlebih dulu. 

Saat sudah siap bercinta inilah insiden kecil terjadi. "Suamiku terlalu pede. Akhirnya slip, aku kesakitan, teriak, nangis," tutur Lisa seorang karyawan swasta. 
Tangisan dan teriakan Lisa itu membuat malam pertama mereka tak dilanjutkan. Keesokan harinya, keduanya pun pergi ke rumah sakit tetap kakak Lisa yang baru saja melahirkan dirawat. Di sana mereka kemudian memutuskan sekalian memeriksakan diri ke dokter kandungan. "Bilang ke dokter, malah diketawain. Akhirnya dikasih obat," ceritanya. 
Setelah diobati, Lisa siap untuk mencoba lagi bercinta dengan Ardi. "Masih sakit-sakit tapi nggak seperti hari pertama," kata Lisa yang mengaku kerap masih merasa trauma atas pengalaman malam pertamanya itu. 

Pengalaman unik dan lucu di malam pertama ini tidak hanya dialami Lisa dan Ardi. Dokter kandungan dan seksolog, dr. Prima Progestian mengatakan, ada beberapa pasiennya yang memiliki masalah serupa. Pernah ada seorang pasien dr. Prima yang sampai Miss. V nya rusak hingga melukai usus. 

"Sampai harus dioperasi, dijahit lagi. Mungkin karena (penetrasinya) kencang banget sehingga kena bagian vagina belakang yang berbatasan dengan rongga perut," tutur dokter yang berpraktek di Brawijaya Women & Children Hospital dan RS Muhammadiyah. 

Pada pasangan yang akan menikah dan menjalani malam pertama, dr. Prima biasanya akan menyarankan mereka untuk membaca soal bagaimana proses hubungan intim yang ideal. Hal ini dilakukan agar kesalahan-kesalahan seperti dialami orang-orang di atas, tidak terjadi. "Seperti harus foreplay dulu agar lubrikasi cukup," jelasnya. 

Bagaimana dengan menonton film dewasa, apakah bisa jadi proses belajar? Dokter yang menulis buku 'Panduan Ingin Hamil : Cara Menentukan Masa Subur' itu tidak menyarankannya. 

"Orang nonton film blue bisa salah. Dipikir itulah yang benar, pilih film-film yang mengkhususkan pada sexual education, sexual pleasure yang menceritakan dari sisi keilmuannya," saran dr. Prima. 

Artikel Lain Yang Bisa Anda Baca Juga :
Lainnya...

Demikianlah Artikel yang mengulas "CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah" dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Akhir kata, salam hangat dari admin. 
Ditinjau oleh: Tri Ari Wibowo, infoepasutri.blogspot.com.

Artis Donita (Hot Cerita)

Malam beranjak semakin larut, membuai semua anak manusia untuk terus
hanyut terlelap dalam buaian mimpi-mimpi mereka. Begitu juga yang
dialami oleh kedua insan yang baru saja melakukan aktivitas pemuasan
nafsu yang sangat nikmat dan melelahkan. Tubuh yang sudah luluh lantak
dan tidak bertenaga lagi, membuat keduanya tidur dengan nyenyak tanpa
sehelai benangpun menutupi tubuh mereka. Setelah melakukan aktivitas sex
yang sangat liar dan dahsyat, Donita serta pak Supri tertidur pulas
diatas sofa panjang itu. Tubuh langsing Donita yang memiliki berat tubuh
lumayan ringan, tidur berdekapan dengan nyamannya diatas tubuh pak
Supri. Kemaluan mereka masih saling bertautan, walaupun penis si supir
sudah memuntahkan seluruh isinya ke dalam liang vagina sang nona
majikan, tapi benda kokoh yang satu itu masih saja tetap dalam kondisi
yang cukup kuat, untuk terus terbenam di dalam lubang hangat nan sempit
milik Donita. Cairan hasil persetubuhan yang masih merembes keluar dari
kedua kelamin, tidak sedikit pun mengusik tidur mereka. Apalagi hujan
mulai turun, membuat suasana semakin nyaman dan cocok untuk membuat
semua orang terus tidur dengan lelapnya. Tanpa disadari oleh mereka
berdua, ternyata ada seseorang yang sejak dari tadi melihat semua
aktivitas yang dilakukan oleh Donita dan supirnya. Ya, cuma ada satu
orang yang berada di rumah itu selain mereka berdua, yang tak lain dan
tak bukan adalah Asmirandah. Sewaktu dia terbangun karena kehausan, ia
mendengar ada suara erangan dan desahan di ruang depan. Saat melihat apa
yang terjadi disitu, dia mendapati sahabat baiknya Donita, sedang
bersetubuh dengan panasnya bersama pak supirnya sendiri. Gadis manis itu
benar-benar tidak menyangka kalau Donita, sahabat yang sudah sangat
dikenalnya selama ini, bisa berubah menjadi sebegitu liarnya saat
berhubungan sex dengan pak Supri, layaknya pelacur yang sedang melayani
pelanggannya saja. Selama ini ia berfikir bahwa wajar jika artis-artis
wanita sepertinya bertingkah laku seperti wanita jalang di depan om-om
produser atau para pejabat yang menyewa mereka untuk "dipakai". Itu
dilakukan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan pekerjaan atau pun
untuk mendapatkan uang. Tetapi dengan melihat langsung apa yang
dilakukan Donita, dia benar-benar tidak habis fikir, bagaimana mungkin
sahabat baiknya itu bisa melakukan hal yang sedemikian rupa bersama sang
supir yang jelas-jelas kelas sosialnya jauh berbeda dengan dirinya.
Yah, setelah melihat langsung ukuran "senjata" milik pak Supri dan
bagaimana cara pak tua itu memuaskan gairah liar sahabatnya, Asmirandah
tidak heran kalau Donita bisa berubah menjadi sedemikian rupa. Walaupun
gadis itu tidak tahu kenyataan, bahwa sejak awal sahabatnya telah
terlebih dahulu takluk karena menerima ancaman dari sang supir, sehingga
Donita terpaksa memuaskan nafsu bejat pria tua itu. Sebenarnya, sejak
melihat adegan panas yang disuguhkan langsung oleh Donita dan pak Supri,
nafsu Asmirandah sudah naik dan ingin turut bergabung pula dalam
percintaan panas sahabatnya. Tapi ternyata dia masih punya perasaan
segan dan malu terhadap mereka berdua. Masa" ia menawarkan tubuhnya
begitu saja kepada pak tua itu, kalau dia melakukan hal yang demikian,
itu sama saja dengan mengatakan bahwa dia adalah perempuan murahan yang
terlalu mudah untuk "dipakai". Ia hanya melampiaskan nafsunya dengan
menggosok-gosokan tangannya ke selangkangannya dari balik hotpantsnya.
Asmirandah merasakan selangkangannya makin basah saja, maka karena tidak
tahan melihat pemandangan panas di depannya lebih lama lagi, akhirnya
ia memilih kembali ke kamar untuk melanjtkan tidur, dan berharap gairah
yang sudah terlanjur naik dapat segera turun.

************************************************
Keesokan paginya

Donita terbangun dari tidurnya. Dengan kepala yang masih sedikit pusing,
dia mencoba untuk bangkit dari sofa. Tapi ia masih belum bisa
mengumpulkan tenaganya secara utuh, sehingga memilih untuk duduk
sejenak. Ia heran melihat tubuhnya ditutupi selimut dan juga tidak
mendapati pak Supri yang tidur bersamanya semalam. Terfikir olehnya,
apakah sang supir yang bangun terlebih dahulu yang menyelimuti tubuhnya.
Saat merasa tubuhnya sudah cukup kuat untuk bergerak, ia beranjak
bangun untuk mencari pak Supri. Tiba-tiba dia teringat pada Asmirandah
yang masih tertidur di kamarnya. Segera dia membatalkan niat untuk
mencari si supir dan bergegas menuju kamar tidurnya. Saat membuka pintu,
gadis itu melihat ternyata sahabatnya sudah tidak ada lagi di dalam
kamar, berikut barang-barang bawaan berupa tas jinjing hitam dan sebuah
hp black berry yang ia letakkan diatas meja kamarnya ketika ia
membaringkan Asmirandah semalam. Donita menduga-duga, apakah sahabatnya
pulang dengan melihat dirinya bersama pak Supri tidur berbugil ria
diruang depan atau justru sahabatnya itulah yang menyelimuti dirinya
ketika sedang terlelap. Tak mau ambil pusing dengan semua itu, Donita
masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap, karena dirinya memiliki jadwal
syuting sinetron hari ini. Setelah mandi dan mengenakan pakaian yang
menurutnya menambah daya tarik dirinya, ia tidak lupa menyapukan sedikit
make-up tipis ke wajah cantiknya dan bergegas turun ke bawah.

Paaaak! paaaak Supriii! paaaakkkk! dimana sey?

Sungguh terlalu! hari masih pagi, tapi dara cantik ini sudah
berteriak-teriak layaknya pedagang saat menjajakan barang dagangannya
saja. Pak Supri yang sudah dipanggil-panggil dengan keras itupun, tidak
juga menjawab maupun menampakkan batang hidungnya. Kesal karena tidak
ada jawaban dari supirnya, ia pun memilih pergi ke kamar supirnya yang
terletak di bagian belakang rumah. Sesampainya di depan pintu, Donita
sedikit ragu. Apakah tidak akan terjadi sesuatu yang buruk dengan pergi
kekamar supirnya ini. Bisa-bisa pak Supri yang mesum itu kalap dan
bangkit nafsunya saat melihat dirinya, dan berusaha menyeretnya ke dalam
kamar lalu diperkosa habis-habisan. Tapi waktu tidak lagi memberinya
kesempatan untuk memikirkan hal-hal seperti itu. Akhirnya dia
memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu kamar sang supir meski
diliputi perasaan was-was dan takut. tok! tok! tok!

Pak Supri! pak! anterin aku dong! perlahan dia mengetuk pintu dan memanggil orang tua itu.

Iya.iya! sebentar non! lagi mandi nih! terdengar suara orang tua itu dari dalam.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya pintu dibuka dan mucullah wajah supir memuakkan itu.



Ade ape non? mau dientot lagi? hak hak hak!

Benar-benar kurang ajar pak tua ini. Sebegitu mudahnya dia mengeluarkan
kata-kata cabul seperti itu di hadapan seorang wanita, apalagi yang ada
di hadapannya ini adalah majikannya sendiri. Tapi supir itu bicara
layaknya kepada seorang pelacur saja. Kontan telinga Donita panas
mendengar perkataan sang supir yang jelas-jelas sangat merendahkan
dirinya.

Heh pak! kalo ngomong yang sopan dikit ya! pernah makan bangku
sekolahan ga? aku ni majikan bapak! Jadi tolong dijaga mulutnya! Bapak
mau saya pecat hah? bentaknya, kesal juga diperlakukan seperti itu.

ya, ya non! maap! kan cuman canda doang! galak amat sih? jangan suka
marah-marah non, nanti cepet tua loh! oke manis? hak hak hak� ujarnya
meminta maaf sambil tangannya menowel dagu gadis cantik itu.

Udah tunggu apa lagi? cepetan ganti baju! gara-gara bapak aku jadi telat tau!

Dengan terburu-buru Donita beranjak pergi menjauh dari sarang sang iblis
tua, takut jika dia gelap mata dan menyeret dirinya ke dalam kamarnya
untuk disetubuhi lagi. Setelah majikannya pergi, sang supir membuka baju
yang ia kenakan. Sambil bersiul, pak tua itu mengambil seragam dinas
kesupiran-nya dan memakainya secepat kilat. Setelah selesai,
sempat-sempatnya dia menarik resleting celana dan mengeluarkan batang
kebanggaannya. Dikocok dan dielus-elusnya secara perlahan ular besar
itu hingga berdiri tegak.

He he he., sabar ya jon, sabar! nanti ente ane kasih lagi deh memek
tuh cewek, oce? sabar ya! sekarang ente istirahat dulu, tunggu tanggal
mainnya. hak hak hak! ujarnya sinting kepada penisnya, seakan-akan
benda itu hidup dan mengerti perkataannya saja. Sesudah mengunci pintu
kamar dan tentu saja mengamankan "senjata" yang bisa membuat para wanita
takluk pada dirinya, ia membuka pintu bagasi lalu mengeluarkan mobil
mewah milik sang artis. Saat mencari-cari gadis itu, ternyata Donita
sedang duduk menunggu di kursi teras rumah dan langsung naik kedalam
mobil begitu mobil dikeluarkan. Donita duduk dikursi belakang, tapi dia
merasa tidak nyaman dengan keberadaan sang supir yang acap kali ketahuan
sedang melirik-lirik tubuhnya melalui kaca spion mobil sepanjang
perjalanan. Tentu saja dia gelisah. Bagaimana mungkin gadis itu bisa
tenang, jika mengingat peristiwa yang tadi malam dilakukan oleh mereka
berdua. Terbayang dalam pikiran gadis itu, bisa saja pak Supri ini
menculiknya atau membawanya ke tempat yang sepi, dan memaksa dirinya
untuk kembali memuaskan nafsu birahi sang supir yang terus membara
layaknya api yang tidak mau padam. Apalagi jika dirinya menolak, yah
sudah pasti si supir akan kembali membuka jurus ampuhnya, yang tak lain
dan tak bukan adalah ancaman akan menyebarkan video mesum yang
dibintangi oleh sang artis. Membuat dirinya terangsang juga memikirkan
hal yang demikian.
Pak Supri yang melihat sang nona majikan melalui kaca mobil, bisa
melihat raut kegelisahan yang terpancar dari wajah cantik sang artis.
Dia hanya bisa tertawa geli dalam hatinya, dan berusaha mencari-cari
cara apa lagi yang seru dan asik untuk mengerjai dan menikmati berjuta
kenikmatan yang ditawarkan oleh tubuh molek gadis itu. Karena sedang
ayik-asyiknya terlarut dalam khayalan masing-masing, tidak terasa mobil
telah sampai di lokasi dan langsung dibawa masuk ke dalam pelataran
parkir tertutup sebuah gedung, yang merupakan tempat akan dilakukannya
beberapa pengambilan scene sinetron yang dibintangi oleh Donita. Setelah
mobil diparkir, gadis itu turun dan menghampiri pak Supri yang masih
duduk dalam mobil.

Pak, nanti jemput aku jangan kelamaan ya! nih uang untuk rokok!
pesannya pada supir itu seraya memberinya tiga lembar uang lima puluh
ribu.
Dengan cepat pak Supri mengambil uang itu dan dengan cepat pula, supir
itu menarik kerah kaus yang dikenakan Donita. Dibukanya kancing-kancing
kaus itu dengan cekatan, dan disingkapnya bra coklat milik gadis itu
keatas. Otomatis, kedua buah dada Donita yang montok dan ranum terbuka
dan menggantung dengan bebasnya dihadapan wajah si tua bangka itu.
Donita yang terkejut dengan perbuatan supirnya, berusaha untuk
memberontak. Tapi dengan kuat, tangannya meremas pergelangan tangan sang
artis, sehingga membuat gadis itu kesakitan dan berbisik pelan.

Non diem aja! saya mau nyusu bentar! kalo non ngelawan gitu, nanti ada
orang yang bakalan datang dan ngeliat kita, non mau? jadi tenang aja ya
manis! bisiknya di dekat telinga gadis itu dengan raut wajah jeleknya
yang sangat serius dan agak sedikit menyeramkan.

Kali ini perbuatan si supir benar-benar sudah melewati batas, melakukan
hal cabul seperti itu ditempat terbuka begini. Donita sebenarnya masih
ingin melawan, tetapi dia takut apabila ada orang yang kebetulan lewat
lalu mendekat karena ada sedikit kegaduhan di tempat itu dan memergoki
dirinya dalam kondisi sekarang, bisa celaka!. Dan juga ancaman serta
kata-kata supirnya barusan, menandakan pria tua ini tidak main-main.
Bisa saja dia mendiamkan dirinya dengan caranya sendiri yang mungkin
lebih berbahaya, sehingga membuatnya pasrah saja dengan perlakuan
supirnya itu. Berdiri diluar mobil dengan kondisi tubuh setengah terbuka
seperti sekarang, jelas membuat gadis cantik itu gemetar ketakutan
setengah mati. Memang tempat parkiran itu tertutup dan dipenuhi banyak
mobil, tapi bisa saja sewaktu-waktu ada orang yang kebetulan lewat dan
melihat perbuatan yang sedang mereka lakukan. Selagi berbagai macam hal
sedang berkecamuk dalam pikiran sang artis, dengan sangat bernafsu supir
itu meremas-remas payudaranya. Donita bisa merasakan jari jemari pak
Supri melingkari puting susunya dan menggoyang-goyang benda bulat kenyal
itu, seperti mengocok obat sebelum diminum. Donita mulai terengah-engah
akibat perbuatan si supir dan sedikit kesulitan mengatur nafasnya.
Jantungnya berdetak dengan keras, rasa takut perbuatan mesum sang supir
dilihat orang lain dibarengi dengan api nafsu yang berkobar. Gadis itu
sudah tidak punya lagi keinginan untuk melawan, pasrah menerima resiko
apaun yang akan terjadi.
Mulai merasa bosan hanya dengan meremas, bibir hitam tebal milik sang
supir mendekat dan melumat tanpa ampun pentil susu yang sudah sedari
tadi mengacung, menantangnya untuk dilahap. Tubuh gadis itu sedikit
melonjak kaget ketika merasakan mulut serta lidah hangat milik supirnya,
mengenyot dan menghisap puting payudaranya. Ditambah lagi bibir pria
tua itu aktif mencium dan menjilat setiap jengkal wilayah payudaranya.
Tanpa disadari Donita reflek memajukan tubuhnya, seolah-olah memberikan
akses kepada supirnya agar lebih leluasa menikmati dan melahap setiap
jengkal bagian tubuhnya yang indah itu. Merasa bahwa nona majikannya
sudah takluk seutuhnya, pak Supri menambah hisapan dan jilatannya dengan
menggigit-gigit pelan puting mungil kemerahan itu, membuat sensasi
kenikmatan yang diterima Donita semakin menjadi-jadi, menjalar dari dada
ke seluruh tubuhnya.
oooooohhhhhhh!!! pakkkkkhhhh! jangan kenceng-kenceng nyedotnyaaahh!!
lenguhnya menahan nikmat, seraya mengingatkan supirnya agar tidak
terlalu keras menghisap buah dadanya.

Sang supir tersenyum puas melihat reaksi dan ekspresi wajah sang artis
yang merah padam menahan gelora birahi. Andai kata ada orang yang
kebetulan melintasi tempat itu dan melihat mereka berdua, dijamin dia
bakal langsung menubruk dan memerkosa sang artis saat itu juga. Tapi
entah mengapa, sejak dari tadi tidak ada sedikit pun tanda-tanda akan
adanya seseorang yang melintas ataupun menuju ke tempat parkiran itu.
Entah karena semua orang sedang sibuk-sibuknya bekerja atau memang
karena sang iblis, yang memberikan kesempatan emas kepada pak Supri agar
bisa melakukan perbuatan mesumnya pada sang artis. Sedang
asyik-asyiknya mengunyah puting sang nona majikan, tiba-tiba hand phone
milik pak tua itu berbunyi.

Wong edaaan!!!! gak tau orang lagi enak apa! sontoloyo!! makinya kesal.

Bgaimana tidak kesal? sedang asyik menyusu,ada saja orang yang
mengganggu. Tapi setelah melihat layar hpnya, raut wajah supir itu
berubah.

Oalah cup! koe rupanya toh! hoh, hoh! gue langsung kesana ya! iya
rebes, santai aja! (hmmm.. patut dicurigai nih nada bicara si supir)

Setelah memutus sambungan telepon, dimasukkannya hp itu ke saku bajunya.

Non, kita lanjutin dirumah lagi ya nanti, acara nyusunya! bapak ada
kerjaan dulu nih! jemputnya jam berapa ntar? tanyanya enteng, tanpa
merasa bersalah sedikitpun.

hhh� jam dua! jangan telat, ya pak!� jawab gadis itu dengan nafas yang tersengal-sengal.

Tampaknya Donita sudah bisa menerima status tidak resminya sebagai alat
pemuas syahwat pak Supri. Hal ini bisa dilihat dari sikapnya yang tidak
memarahi sang supir, yang sudah melakukan perbuatan cabul seperti itu di
tempat umum. Setelah bisa mengontrol dirinya, Donita membetulkan
kembali pakaiannya yang sudah acak-acakan dan agak sedikit kusut.

Ya udah non, bapak pergi dulu! dadah! pamitnya seraya mengemudikan mobil meninggalkan tempat itu.
Donita cuma bisa memendam kekesalan dalam hati, walau agak kecewa dengan
pekerjaan tanggung supirnya. Sadar bahwa sudah ditunggu sedari tadi,
dia pun meninggalkan lapangan parkir itu dengan terburu-buru.

Yaahhh. dimarahin lagi deh sama si bos! batinnya dalam hati sambil melangkah cepat.

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, membuat sang mentari kini
berada tepat ditengah-tengah langit sembari memancarkan sinarnya yang
terik dan menyengat. Jarum jam menunjukkan angka dua kurang sepuluh
menit. Tampak Donita sedang duduk kelelahan di atas sebuah kursi plastik
sambil mengipas-ngipas tubuhnya. Pengambilan adegan sinetron kejar
tayang yang dilakoninya kini sudah selesai. Saat sedang istirahat dengan
santainya, tiba-tiba lawan mainnya yang seorang artis cowok ganteng
sekaligus penyanyi dan saat ini sering diburu oleh nyamuk-nyamuk
infotaintment karena baru saja memutuskan kekasihnya yang sudah sangat
lama dipacari (bagi yang sering nonton sinetron sc**, pasti tau deh
siapa tuh cowok), muncul dengan membawa sepiring nasi goreng.



�Hay cantik! sendirian aja ni! o ya neh tadi pak sutradara nitipin nasi goreng buat elo. Dimakan ya.� ujarnya dengan senyuman.



�Ow, thanks! maaf kalo ngerepotin. Pas banget, gue lagi laper berat ne!�
jawabnya disertai senyuman yang tak kalah manis, membuat pemuda itu
agak salah tingkah.



�Ok, sama-sama. Kalo gitu gue pulang dulu ya, dah!�



�Daahhh!�



Sepeninggal pemuda itu, Donita langsung melahap nasi goreng itu. Memang
sedari tadi dia sudah kelaparan, rencananya ia ingin maklan di rumah
saja. Yah tapi sayangkan kalau makanan itu ditolak?. Setelah
menghabiskan makanannya, gadis itu menelepon pak Supri untuk
menjemputnya. Sebelum sempat memencet nomor sang supir, rupanya pak tua
itu sudah lebih dulu meneleponnya.



�Halo pak! lagi dimana? aku dah selesai neh!�



�Saya dah di depan non!� jawabnya di seberang telepon.



�Oh ya udah! aku kesana ya!�



Setelah membereskan barang-barang bawaannya dan berpamitan kepada semua
kru, ia berjalan keluar dari gedung menuju tempat si supir menunggu.
Terlintas dalam benaknya bila sudah sampai dirumah nanti apakah pak
Supri akan �menggarapnya� lagi?, jawabannya sudah tentu pasti. Tidak
mungkin pak tua itu akan melepaskan kesempatan emas begitu saja, apalagi
dirumah sedang tidak ada orang. Pak Supri dapat dengan leluasa
menyetubuhinya dimana pun dan kapan pun dia mau. Lelah membayangkan
semua itu, ia memilih pasrah saja. Membiarkan semuanya terjadi layaknya
air yang mengalir. Cuma satu hal saat ini yang ingin ia lakukan,
memanfaatkan waktu senggang yang dimiliki untuk istirahat sepuasnya.
Begitu sampai di tempat supirnya menunggu, dia langsung masuk ke dalam
mobil. Namun, saat baru akan membuka pintu belakang mobilnya, terdengar
suara sang supir yang berkata,



�Non, jangan duduk dibelakang dong! didepan atuh, temanin bapak nyetir!�



�Males ah! aku mau nyantai dibelakang. Lagian untuk apa seh?�



�Hmmm? jadi nolak neh ceritanya? non mau jadi bintang porno lokal? okeh,
tinggal bapak upload nih videonya ke internet� (waow, benar-benar pakar
iptek ne tua bangke, pake kata-kata upload segala cin!)



�Eh..eh jangan pak, jangan! masa gara-gara itu aja bapak marah? aku
capek pak, pengen istirahat di belakang bentar. Boleh ya? pleaseeee!�
pintanya dengan wajah memelas.



�Nggak! sekali di depan tetep didepan! cepetan naek!� perintah si supir galak.



Tidak ingin memperpanjang urusan dan juga khawatir mendengar ancaman
supirnya, Donita pun mengalah untuk duduk di kursi depan bersama
supirnya. Memang itulah yang ingin sekali dihindari gadis itu. Alasan
�capek� dan �pengen istirahat� itu hanyalah trik untuk mengelabui
supirnya. Sejak awal dia memang ingin menghindari semua kemungkinan yang
bisa berujung persetubuhan dengan tua bangka itu. Akhirnya dengan
perasaan sangat terpaksa, gadis manis itu akhirnya membuka pintu depan,
lalu duduk bersebelahan dengan supirnya yang menyeringai dan menatap
dirinya dengan pandangan aneh. Donita menebak-nebak apa maksud dari
ekspresi wajah pak Supri. Apakah itu pertanda senang bagi sang supir
karena telah berhasil menaklukkan dan menguasai dirinya atau ada hal
lain yang disembunyikan. Entahlah, yang jelas dia sudah sangat lelah.
Lelah karena dihujani aktivitas syuting yang menguras tenaganya dan juga
lelah karena mendapat persoalan baru dengan supirnya ini. Ditengah
berbagai macam hal yang berputar-putar dalam pikirannya, gadis itu
merasakan belaian halus di kepalanya.



�Non capek ya? kasian! emang ngapain aja seh seharian?� tanyanya sok perhatian dan pura-pura tak tahu kegiatan majikannya.



�Ya iyalah pak! kan abis kerja seharian! emang ada apa seh nanya-nanya?
tumben bapak perhatian!� jawabnya yang curiga dengan sikap baik orang
tua itu.



�Enggak juga kok. Kan udah kewajiban saya untuk nyenengin dan melayani
majikan. Apalagi untuk urusan ngentot! betul gak non? hua ha ha ha!�



Ingin rasanya dia menonjok wajah jelek pria buruk rupa itu, tapi dia
masih bisa menahan diri dan memilih diam saja. Merasa kata-katanya tidak
direspon, sang supir tidak menunda-nunda lagi aksinya. Tangan kiri yang
digunakan untuk menggerakkan persneling gigi mobil, meluncur cepat
menuju ke depan kancing celana jeans yang dipakai Donita dan membukanya.
Donita yang tidak siap dengan serangan itu, tidak sempat bereaksi
sehingga sang supir berhasil membuka kancing celananya.



�Pak, stop! apa-apaan ih? udah gila ya!� Donita membentak sang supir dan
berusaha menahan tangan yang ingin menyentuh alat vitalnya.

Melihat pelawanan majikannya, supir itu menjambak rambut panjang gadis
itu dan menarik kepalanya ke arah wajahnya sendiri. Tak lupa laju mobil
diperlambat dan dibawa agak ke tepi jalan.

� Heh non, bapak bilang sama non ya! bapak udah capek kalo tiap kali mau
entotin non harus ngancem non berkali-kali. Jadi gini aja, kalo non
sekali lagi melawan, bapak gak bakalan ngancem lagi. Bakal langsung tak
sebarin tu video. mau hah? kita liyat aja pa kata orang-orang kalo video
non beredar! biar non sekeluarga malu seumur hidup!! gimana?� ucapnya
dengan suara bergetar yang penuh kemarahan tepat di hadapan wajah gadis
itu.

Donita cuma bisa mengangguk. Mata indahnya mulai berkaca-kaca,
perlahan-lahan air mata tumpah mengalir membasahi pipinya. Dengan kasar
supir itu melempar kembali tubuh majikannya ke kursi sampingnya. Donita
sudah tidak bisa menahan lagi isak tangisnya, ia menumpahkan segala
kekesalan dan rasa tidak berdayanya melalui tangisannya. (wah, nangisnya
acting ato beneran nih? secara artis gitu loh!)

�Oalah! kok pake acara nangis segala sih? kan nanti mau dikasih kontol!
jangan nangis lagi ya manis! cup cup cup, diem anak cantik!�

Entah setan macam apa yang ada di dalam diri pria tua ini, sehingga bisa
membuatnya bertingkah seperti itu. Tangannya kini mencoba lagi
beroperasi di sekitaran daerah vagina Donita yang masih tertutup celana.
Gadis itu kini hanya diam saja, membiarkan tangan supirnya menyusup
masuk kedalam celananya. Begitu masuk, tangan itu merayap seperti ular,
melewati pinggiran celana dalam dan akhirnya menemukan apa yang
dicarinya. Digosoknya naik turun kedua pasang bibir memek Donita,
membuat tubuh gadis itu menggeliat keenakan. Elusan halus nan pelan pada
bibir memeknya, jelas membuat nafsunya merambat naik. Dirinya yang tadi
terisak-isak, kini mulai sedikit melenguh dan mendesah pelan. Pak Supri
melihat perubahan pada majikannya, lalu semakin menambah gencar
serangannya. Dua jari yang digunakan untuk mengelus, dimasukkannya ke
dalam lubang vagina itu perlahan dan didiamkan sejenak. Donita
mengekspresikan rasa nikmat yang diberikan jari supirnya, dengan cara
meremas keras pegangan tangan dipintu mobil seraya menggigit bibirnya.
Sayang, kaca mobil itu terlalu gelap jika dilihat dari luar, kalau tidak
sudah pasti pengemudi yang datang dari arah berlawanan dapat melihat
aktivitas kedua insan yang kepalanya sudah penuh diisi dengan nafsu
birahi. Pak Supri bisa merasakan jarinya kini sudah sangat basah oleh
lendir yang keluar dari memek nona majikannya, menandakan gadis itu
sudah sangat siap untuk disetubuhi. Mula-mula dikeluar masukkan jarinya
secara perlahan. Seiring dengan makin banyaknya lendir vagina yang
keluar, sang supir semakin meningkatkan kecepatan kocokan jarinya.

�nnnnggghhh��!!! nnnggghh�ouuuuhhh�.!!!!� tak tahan juga dia untuk tidak melenguh.

Pak supir itu juga tak mampu lagi menahan nafsunya lebih lama. Tapi
karena sedang mengemudi, terpaksa dia membagi konsentrasinya antara
menyetir dengan aktivitas mengubel-ubel vagina majikannya. Bahkan
jarinya harus sering keluar dari vagina, untuk menggerak dan mengganti
persneling gigi. Akhirnya Donita memasukkan sendiri jari tangannya ke
dalam vaginanya. Dikorek-korek vaginanya sendiri seakan-akan ada barang
yang tertinggal di dalamnya. Pak Supri menambah kecepatan, tak sanggup
melihat adegan masturbasi itu lebih lama. Begitu mobil memasuki pintu
gerbang, langsung diparkirkan di halaman depan. Pak Supri buru-buru
turun menutup pintu gerbang dan membuka pintu depan mobil. Digendongnya
yang terduduk lemas, sepetonya gadis itu sudah mencapai orgasmenya
dengan bermasturbasi tadi. Dibawanya tubuh lunglai Donita kekolam renang
di samping rumah. Begitu sampai pinggiran, ia membuka seluruh pakaian
gadis dan mencampakkannya kesembarang tempat. Setelah sang nona majikan
telanjang bulat, buru-buru ia juga menelanjangi diri sendiri dan
menceburkan tubuh mereka ke kolam. Kedua tangannya yang sudah keriput
termakan usia tapi masih bertenaga mendekap erat tubuh sang artis.

Ooouuufffpppph, pak! pelan-pelan dong! protes Donita, karena tiba-tiba ceburkan paksa.

Ehehehe! maap non. Soalnya baru kali ni bapak berenang sambil bugil,
dengan cewek cakep lagi. Gimana? asikkan? hua hak hak! ujarnya sambil
memeluk erat Donita.

Tak ayal lagi, payudara montok dan kenyal milik sang artis berdesakan
kuat dengan dada kerempeng miliknya. Sehingga kedua insan berbeda jenis
kelamin itu dapat mendengar detak jantung pasangannya masing-masing.
Akhirnya mimpi lama sang supir hampir terwujud. Dulu sewaktu masih muda,
pak Supri punya sebuah impian. Jika sudah menjadi orang kaya dan
menikah dengan seorang wanita cantik nanti, ia akan membuat sebuah rumah
mewah dilengkapi sebuah kolam renang yang besar, sehingga setiap hari
ia dan istrinya bisa bercinta sepuasnya di kolam itu seharian. Walaupun
impian menjadi kaya dan menikah itu sampai sekarang tidah pernah
terkabulkan, tapi impian bercinta dengan seorang gadis cantik jelas
sudah hampir terealisasi sekarang. Tinggal memasukkan penisnya ke dalam
liang vagina si cantik Donita, maka impian itu benar-benar akan resmi
menjadi kenyataaan. Bercinta di dalam kolam renang pun menjadi sensasi
baru bagi Donita. Selama menjalani kehidupan seksnya, ia tak pernah
membayangkan sedikit pun untuk melakukan aktivitas sex di dalam air. Hal
ini benar-benar menjadi pengalaman baru bagi mereka berdua.Tangan kasar
pak Supri mulai menggerayangi tubuh gadis itu. Sang supir meremas
payudara Donita dan memainkan putingnya. Suara desahan pelan keluar dari
bibir seksinya.

Gadis itu melingkarkan tangannya ke leher supirnya dan mencium bibir
hitam nan tebal milik sang supir dengan agresif. Tanpa ragu dan jijik ia
bermain lidah dengan pria yang mungkin seusia dengan kakeknya. Keduanya
terlibat percumbuan liar di tepian air kolam yang merendam mereka
sebatas dada. Pak Supri meremas pantat berisi Donita dengan gerakan
sedikit mengangkat, lalu menyenderkan punggung gadis itu ke bibir kolam
sehingga tubuh Donita sedikit terangkat, memudahkannya untuk melumat
dengan ganas payudara basah sang artis. Bibir tebal supir itu mencium
dan menyedot kulit payudara serta putingnya sehingga menimbulkan rasa
geli dan nikmat. Tak bosan-bosannya ia menikmati benda yang satu itu,
dijilat, dihisap, digigit, dan ditariknya dengan gemas puting mungil
Donita, membuat tubuh gadis itu bergelinjangan menahan rasa nikmat,
otomatis air kolam pun turut bergoyang-goyang karena aktivitas mereka.
Puas mengerjai buah dada majikannya, pak Supri mengangkat tubuh Donita
dan mendudukkannya di tepi kolam. Tubuh pak tua itu sediri masih berada
dalam air. Sekarang, vagina Donita tepat berhadapan dengan wajah sang
supir. Mulut pak Supri perlahan maju menuju vagina Donita dan
dimainkannya daging lezat milik nona majikannya.

Mmmhh. paakkkhhhhh!!! gelihh. auukkhhh! erangnya saat lidah hangat
pak Supri menjilati belahan vaginanya dan menyeruak masuk ke dalam liang
sempit milknya.

Permainan lidah sang supir mengakibatkan nafu birahi sang artis kini
sudah sangat memuncak. Ingin dia meminta pada pak Supri agar jangan
mempermainkannya lagi dan memohon agar pak tua itu segera menjebloskan
kontol besar memeknya. Tapi, ia sudah tidak mau merendahkan dirinya
lebih jauh lagi di hadapan sang supir. Seluruh kenikmatan yang diterima,
ditumpahkan dengan desahan dan jambakan dalam desahan dan jambakan pada
rambut putih beruban pak Supri.

Iiiiyyyyaaaaahhhh! paakkkkhhh!!! jilaaattthh, akhhh!!!! terussshhh!!!

Lidah pak Supri bergerak-gerak liar menjilati bagian dalam liang rahim
nona majikannya, tak lupa juga dia menjilat klitoris sang artis yang
sangat sensitif. Ditambah dengan remasan yang dilakukan kedua tangan pak
Supri, satu di pantat dan satu lagi di sebelah payudaranya membuat
Donita merasakan semua aliran rangsangan kenikmatan itu mengalir ke
seluruh urat syarafnya. Setelah merasa cukup untuk sesi pemanasan, ia
menarik kembali tubuh Donita ke dalam air. Pak Supri menatap lembut
wajah nona majikannya yang cantik jelita. Rambut hitam panjangnya basah
terurai, belum lagi bibir merah dan indah Donita yang sedikit merekah,
membuat sang supir tidah tahan untuk tidak melumatnya kembali. Mereka
pun berciuman sambil berpelukan erat. Penis pak Supri diremas dengan
kuat oleh tangan halus Donita.

Masukin pak! please masukin kontol bapak ke memek aku! ayoooohh!!
mohonnya pada sang supir sambil tangannya mengocok pelan penisnya.

Mendengar permintaan gadis itu, si supir segera mengambil alih aroma
besarnya dari tangan Donita dan menekannya ke bibir vagina nona
majikannya.

oookkkkhhh. besarkkhh!! pelaaan pakkhhh! kontol lu besar tauuukkhh!
jangan dipaksaain, bisa robek memek gueh! mulai lagi keluar kebiasaan
buruk sang artis saat bersetubuh.

Tubuh Donita mengejang seperti orang yang menahan sakit, ketika pak
Supri melesakkan si penis dengan kuat kedalam liang memeknya yang kecil.
Begitu sudah masuk semuanya, ia langsung menyodok kencang. Supir tua
itu menggenjot sambil tangannya memegang paha Donita dan meletakkan kaki
jenjang sang artis di kedua tangannya, jadilah gadis itu melayang dalam
air dengan kedua kaki yang ditopang oleh lengan supirnya. Punggungnya
disandarkan di dinding kolam, serta kedua tangan memeluk erat leher si
supir. Erangan nikmatnya sesekali terhambat ketika mulut mereka saling
berpagutan. Pak Supri melepaskan pegangannya pada kaki kiri Donita,
tangannya yang kasar merayap membelai pipi mulus si artis. Membelai
lembut bibir ranumnya, dan semakin turun untuk meremas payudaranya.
Diremasnya payudara gadis itu dengan gemas dan kuat, jari-jarinya dengan
nakal mecubit-cubit daerah aorela dan memainkan puting yang sudah keras
sehingga makin mengeras. Sementara bibir tebal si tua bangka menyusur
bergerak menjelajah bagian telinga. Dijilatnya cuping telinga sang
artis, membuat gadis itu semakin terengah-engah dan menggelinjang tak
karuan. Jilatan didaerah telinga terus berlanjut turun menuju buah dada
yang masih menganggur. Dihisap dan dikenyot kuat buah melon itu, membuat
bekas cupangan kemerahan diseluruh permukaan kulit lembut payudara
gadis itu. Merasa kurang leluasa dengan posisi itu, dibaliknya tubuh
majikannya sehingga kini tubuh sang artis menghadap ke tepian kolam dan
membelakangi supirnya. Kaki kiri Donita diangkat dan kembali ia
melesakkan kontol memasuki liang nikmat sang artis. Tak lupa tangannya
yang sebelah lagi mencengkram buntalan susu gadis itu. Pak Supri menarik
keluar kontolnya sebagian, lalu kembali menghujamkan benda itu kedalam
liang memek Donita sedalam mungkin, begitu dilakukan berulang kali. Air
kolam beriak dengan keras akibat sodokan-sodokan brutal pak Supri. Tubuh
Donita terlonjak-lonjak, pantatnya bertumbukan keras dengan tulang
kelamin supirnya, walaupun tenaga sodokan sang supir sedikit diredam
oleh air. Gadis itu merasakan sedikit rasa perih disekitar dinding
memek, karena bergesekan kuat dengan batang besar berurat supirnya. Tapi
segera rasa sakit itu itu sirna digantikan rasa nikmat tiada tara.
Seluruh syaraf disekitar kelaminnya mengirim semua kenikmatan yang
diterima ke seluruh penjuru tubuh membuat gadis itu kehilangan kontrol
atas tubuhnya sendiri. Pinggulnya secara reflek menjemput tumbukan sang
supir, berusaha menggali semua kenikmatan yang ada. Dinding vagina
Donita terus meremas dan mencengkram penis pak Supri, membuat dia
semakin menggasak vagina itu dengan seluruh tenaganya.
Emmmffffhhhh!!!! nnnggghhh.!! aaaakkkhhh!!! sebuah ekspresi kenikmatan yang hebat keluar dari mulut sang artis.

Benar-benar edan pak supir ini. Walaupun kondisi fisiknya sudah tua
renta, tetapi masih memiliki stamina layaknya anak muda. Mungkin benar
kata orang, usia boleh tua, tapi semangat harus tetap muda. Kembali ke
kolam, Donita kini sudah hamper berada diambang batas kekuatannya. Ia
sudah tidak bisa menahan kenikmatan ini lebih lama lagi. Kontol sang
supir yng mengaduk-aduk liang rahimnya sungguh membuatnya gila.
Tangannya mencengkram kuat ubin pinggiran kolam, tubuhnya meronta-ronta
sangking nikmatnya. Payudara yang menggantung bebas, terpental kesana
kemari akibat tumbukan brutal pinggul sang supir. Benar-benar suatu
kenikmatan dahsyat yang diberikan oleh pak Supri. Sang supir yang sudah
diambang batas itu pun benar-benar merasakan nikmatnya hidup saat liang
vagina legit majikannya, meremas dan berusaha meremukkan batangan
kontolnya didalam sana. Nafasnya terasa sesak, seiring semakin kencang
penisnya diremas. Pak tua itu tahu bahwa majikannysa akan sampai
dipuncak kenikmatannya sebentar lagi. Tak ingin kalah, pak Supri meremas
kuat pantat Donita dan menggoyang serta menyodok secepat yang ia bisa.

ooouuugggghhhh. iyyyahhh!!! enaaaakkk. lebbbih keraaasss paakkhhh!!
yanggghh eeghhfff. kenceennggg!! AAAhhhgggHHH!! Donita mengerang kuat
dengan badan melengkung ke belakang, meresapi kenikmatan orgasme yang
dirasakannya.

Melihat nona majikannya sudah keluar duluan, Sang supir pun semakin
menambah kecepatannya. Sambil menggenjot, pak Supri bisa merasakan
otot-otot memek Donita masih berkontraksi selepas orgasme, berusaha
meremas penisnya agar menumpahkan muatannya secepat mungkin. Ia pun
semakin brutal menyentakkan penisnya. Setelah beberapa sodokan kuat, ia
tidak tahan lagi. Dengan tubuh bergetar ia memeluk Donita dan memompakan
semua benihnya dalam tubuh gadis itu.
Nnnnnhgggggghhhh!!! Makanhh. niiiikhhh peejjuuukkhhh guueeekkkhhhh!! Huuurrrgghh!!!

Lenguhan panjang keluar dari mulut sang supir. Ditekannya sedalam
mungkin penisnya sampai mentok, batangan super itu pun menyemburkan
semua isinya, memenuhi rongga kewanitaan sang artis. Bahkan ada sebagian
yang keluar dari vagina, karena sangking banyaknya sperma yang
dikeluarkan sehingga nampak sedikit gumpalan air mani kental pak Supri
dipermukaan air kolam. Nafas keduanya memburu tidak beraturan. Tubuh
Donita yang sedari tadi siang kelelahan karena aktivitas di lokasi
syuting kini bertambah lunglai akibat persetubuhan dengan supirnya.
Sadar akan kondisi nona majikannya yang sudah sangat kecapaian, pak tua
itu segera menarik keluar kontolnya dari vagina Donita. Begitu terlepas,
pak Supri bergegas mengangkat Donita keluar dari kolam. Dengan tetap
bertelanjang ria, sang supir menggendong tubuh majikannya yang
sepertinya sudah agak kehilangan kesadaran untuk dibawa masuk ke kamar
melalui pintu samping. Tanpa disadari oleh keduanya, ada sesosok
bayangan orang yang berdiri di samping tembok depan rumah mengintip
mereka. Sepetinya orang itu sudah sedari tadi berada disana. Sosok
misterius itu menyeringai sambil melihat hasil rekaman adegan
persetubuhan Donita dan sang supir, yang direkam melalui handycam
miliknya. Siapakah sebenarnya orang itu dan apa sebenarnya tujuannya
merekam adegan panas Donita?? Semuanya masih menjadi teka-teki yang
belum dapat terjawab.

CERITA DEWASA : Artis Mayda Yang Masih Perawan

Artis Mayda Yang Masih Perawan
Cerita Dewasa Artis Mayda Yang Masih Perawan ( Artis Ketika Cinta Bertasbih ) - Aku hisap dalam-dalam rokok yang baru aku beli tadi bersama temanku sambil duduk santai di depan teras rumahnya, berteman segelas kopi yang tinggal setengah di cangkirku. Sebenarnya aku tidak suka merokok dan minuman kopi, aku lakukan itu jika ada masalah yang sangat pelik. Ya, seperti sekarang ini. Masalahku sudah aku ceritakan pada sahabat terbaikku tadi, sekarang dia sedang merenung di depanku. Entah memikirkan solusi atau apa, yang penting masalahku tidak aku pendam sendiri. Lebih baik membaginya dengan teman agar tidak terlalu berat. 
Sambil menunggu temanku bicara, aku ceritakan dulu masalahku. Tujuh hari yang lalu, aku baru menikah dengan seorang gadis yang kamu semua pasti mengenalnya, namanya Meyda Sefira. Salah satu artis berjilbab yang bermain sebagai Husna di film Ketika Cinta Bertasbih yang diambil dari salah satu judul novel terkenal karya Habiburrahman El Shirazy.


Kami bisa menikah karena aku dijodohkan dengannya, Meyda adalah anak dari teman karib ayahku. Kalau tidak, bagaimana mungkin Meyda yang sudah jadi artis, mau sama aku yang pegawai biasa ini. Ayah Meyda banyak menolong keluargaku ketika keluargaku mengalami kesulitan, tentu dengan alasan balas budi kedua orang tuaku memaksaku untuk menyetujui perjodohan ini, apalagi yang mencetuskan ide itu adalah ayah Meyda. Ia percaya kalau aku bisa membimbing dan menjadi imam yang baik bagi anak gadisnya yang cantik ini.

Artis Mayda Yang Masih Perawan

Akhirnya jadilah kami menikah, diam-diam tanpa banyak publisitas. Hanya dihadiri oleh sanak saudara dan keluarga dekat, Meyda tidak ingin karirnya di dunia hiburan jadi terhambat karena pernikahan ini. Ok, aku bisa mengerti.

Yang jadi masalahnya adalah ketika kami sudah resmi menjadi sepasang suami-istri. Meyda selama seminggu ini menghindariku ketika berada di tempat tidur, tepatnya dia menghindar untuk melakukan hal yang lumrah dilakukan oleh sepasang suami-istri. Apalagi kalau bukan bersetubuh, menunaikan sunnah rasul.

Tiga hari awal dia beralasan datang bulan, itu masih aku terima karena dia memang tidak melakukan sholat. Hari berikutnya dia sholat, ketika aku utarakan hal itu, dia beralasan masih belum bersih, capek, sakit perut, dan alasan lain yang mampu membuatku terdiam. Aku memang tidak suka memaksa pada seorang perempuan, tapi apakah dia tahu kalau aku sangat tersiksa dengan perlakuannya itu. Bayangkan, tidur berdua dengan salah satu perempuan tercantik di negeri ini, tapi tidak bisa ngapa-ngapain, sungguh sangat membebani pikiran.
Ketika aku tanya lebih jauh, dia hanya diam tidak menjawab, dan ujung-ujungnya menangis. Aku jadi makin tidak tega memaksanya.
Mungkin  dia laki-laki,  ujar temanku setelah merenung lama.
Aku langsung batuk-batuk mendengarnya, segera kubuang rokok di tanganku ke taman di sebelah rumah temanku itu.
Seperti berita di tv,  lanjut temanku, tidak peduli dengan keterkejutanku.
Itu tidak mungkin, kau tahu sendiri kan bagaimana dia. Wajahnya manis dan sikapnya feminis. Kau juga sempat terpana ketika melihatnya untuk pertama kali,  sergahku.
Bisa saja dia operasi plastik ke Korea  kau lihat  kan, aktor dan aktris Korea wajahnya sama-sama cantik, sulit dibedakan mana laki-laki dan mana perempuan,  temanku meminum kopinya sebelum melanjutkan.  apalagi, orang tuanya kaya raya, itu mudah dilakukan. Artis-artis kita juga banyak yang melakukannya. 

Itu tidak mungkin, aku kenal Meyda sejak kecil,  bantahku. Memang benar, aku kenal istriku sejak dia baru lahir. Dulu kami tinggal bersebelahan. Setelah aku lulus SMA, keluargaku pindah ke kota ini, sementara Meyda masih kelas 2 SMP saat itu. Aku bisa melihat tonjolan di tubuhnya yang mulai tumbuh, bahkan aku pernah merasakannya saat dia lewat di sebelahku dan tanpa sengaja dadanya menyenggol lenganku, rasanya kenyal dan lembut. Setelah aku tinggal disini, kami jadi jarang sekali bertemu, hanya pada saat lebaran saja kami bisa bertatap muka.

 Kalau dia bukan laki-laki   kata temanku menggantung kalimatnya, dia berlagak seperti detektif sebelum melanjutkan,  berati dia tidak perawan, dia takut kamu kecewa nantinya. 
Lagi-lagi temanku ini memberikan fakta yang tidak mungkin. Aku kenal betul sifat Meyda, dia gadis sholehah, selalu berkerudung dan berpakaian rapi untuk menutupi semua auratnya. Bahkan saat bermain film-pun, ia tidak mau menanggalkan identitasnya itu. Aku bangga kepadanya. Apalagi kata orang tuanya, dia tidak pernah pacaran, semua pria yang menyatakan cinta padanya ditolak mentah-mentah. Ada lagi kata-kata orang tuanya yang membuatku sangat senang luar biasa, cinta pertama Meyda adalah aku!!

Itu tidak mungkin,  kali ini bantahanku mengandung sedikit keraguan. Sudah banyak artis melakukan perzinahan, khususnya para pendatang baru. Mereka melakukannya demi sebuah peran, bukan tidak mungkin Meyda adalah salah satu dari mereka. Gadis berkerudung belum menjamin akhlaknya suci, bisa saja gadis yang tidak berkerudung namun berpakaian sopan akhlaknya lebih suci dari mereka yang berkerudung. Bukan memvonis atau apa, tetapi aku pernah melihat kenyataannya. Di dunia yang sudah  edan  ini, apapun bisa terbalik dengan mudahnya.
Kamu sangat yakin?  tanya temanku yang menyadari ada keraguan di wajahku.
Aku yakin,  kataku.
Lagi-lagi temanku merenung, seperti mencari kata-kata yang dapat merontokkan kepercayaanku tentang kesucian Meyda.
Bisa saja dia tidak mau tapi dipaksa,  ujar temanku, tepat disaat aku hendak mengambil satu batang rokok.  dia diperkosa,  nada temanku sedikit berbisik ketika mengatakannya dan mampu membuat satu batang rokok di tanganku lepas jatuh ke lantai.
Pemerkosaan, bukan hal yang luar biasa di negeri ini. Setiap hari pasti ada saja beritanya di tv dan di koran, dan masih banyak lagi yang belum diberitakan atau mungkin belum terungkap. Pelakunya pun mulai dari berbagai kalangan, dari anak-anak sampai kakek-kakek, dari orang miskin sampai orang kaya, dari penduduk biasa sampai para pejabat. Bahkan ada pula dalam satu keluarga, dan yang paling parah dengan hewan atau mayat.

Kalau begitu keadaannya, aku masih menerimanya,  kataku lemah, seakan tidak rela hal itu terjadi pada istriku. Bukannya lelaki yang baik itu akan mendapatkan perempuan yang baik juga? Tetapi seingatku, aku belum pernah memperkosa, lalu kenapa aku mendapatkan istri yang telah diperkosa. Apa ayahku yang melakukan itu sehingga berimbas kepadaku? Atau kakek? Ah, entahlah  yang aku tahu mereka orang baik, tidak mungkin melakukan hal tersebut.

Sepeti biasa, Meyda menyibukkan diri di dapur dengan mencuci piring setelah makan malam. Sementara aku menunggunya di kamar sambil duduk bersandar di sisi tempat tidur dengan buku di tangan. Setelah Meyda selesai, dia masuk ke kamar dan langsung tidur di sebelahku dengan memunggungiku, seperti biasanya.
 Mey   ujarku pelan seraya meletakkan buku di atas meja kecil di sebelah tempat tidur.
 Iya, kak,  jawab Meyda tanpa merubah posisinya. Dia memang selalu memanggilku dengan kakak, dan itu yang membuatku tidak tega memaksanya.
 Aku ingin bicara,  setelah aku berkata demikian, Meyda bangkit dari tidurnya dan duduk, tapi masih belum menatapku.  kamu duduk disini,  aku meletakkan bantal di sebelahku agar dia bersandar disana.

Kamu katakan sejujurnya, apa yang membuatmu menghidari hal yang lumrah dilakukan oleh sepasang suami-istri itu?  aku tanyakan itu tepat setelah Meyda duduk di sampingku. Dia masih menundukkan kepala, membuatku sulit melihat ekspresi wajahnya karena tertutup rambut hitam panjangnya.

Dia masih terdiam, hanya bunyi bibir terbuka saja yang terdengar. Aku yakin bibir mungil itu pasti belum pernah tersentuh oleh laki-laki, masih terjaga untuk orang yang sangat tepat, tetapi benarkah hal itu telah dirampas?

Katakan saja yang sejujurnya, aku pasti akan menerimanya dengan ikhlas,  kataku lagi, aku sudah mempersiapkan diriku untuk mendengar pengakuannya yang mungkin sangat menyakitkan.
Meyda mengangkat kepalanya, dia berusaha menatapku, tapi tidak bisa, dia terlihat sangat takut.  Aku  aku  sebenarnya   katanya terbata-bata.
 Katakan saja,  ujarku pelan.
 Aku tidak tahu cara melakukannya!!!  kata Meyda.
Aku tercengang, aku masih belum bisa menangkap maksud dari kata-kata Meyda barusan.
 Aku takut kakak kecewa padaku karena aku tidak tahu betul tentang hal itu, jadi aku  
Aku menghentikan kalimatnya dengan menempelan jari telunjukku di bibirnya. Perlakuanku itu membuatnya menatap lurus ke arahku. Polos sekali dia, karena hal itu dia menghindariku. Betapa lugunya istriku ini, aku langsung mendekapnya dalam pelukan. Aku rasa sekarang saatnya untuk membuktikan teori dari buku Kamasutra yang pernah aku beli beberapa tahun lalu, tetapi belum pernah aku praktekkan.
Kupandangi wajah Meyda yang manis, juga kulit tubuhnya yang putih dan mulus, hidungnya tampak kecil mancung lucu sekali, sedang rambutnya lurus panjang sebahu. Tubuhnya walaupun agak kecil tapi tidak kurus dan keliatan seksi sekali, dan yang bikin aku gemas adalah gundukan bulat di dadanya yang kelihatan agak besar dibanding tubuhnya yang kecil sehingga sedikit mendesak belahan baju tidurnya.
Meyda agak kaget waktu kupeluk, tapi kelihatan tidak menolak. Dia sedikit salah tingkah sewaktu merasa dirinya kuperhatikan. Untung saja dia tidak tahu pikiranku yang sudah ngeres, kalo tahu bisa-bisa dia lari terbirit-birit. Tenang, aku harus sabar dan pelan-pelan.
Sambil tersenyum manis kubisiki dia.  Kakak juga belum pernah,  kataku seramah mungkin.
Meyda mendelik kaget, mungkin tidak menyangka kalau aku akan berkata seperti itu.  Eeh  i-iya, kak.  sahutnya gugup.
 Kita sama-sama tidak tahu caranya, jadi mari sama-sama belajar.  kataku pura-pura polos.
 Eh, i-itu  i-iya, kak   jawab Meyda makin gugup dan salah tingkah.
 Kakak janji tidak akan menyakiti kamu..  kataku terus memanfaatkan kesempatan.
 Emm  i-iya, kak.  jawab Meyda sedikit malu. Wajahnya yang cantik sekarang jadi agak memerah, namun jadi makin manis saja kelihatannya. Bibirnya yang merah dan mungil tersenyum malu sambil memperlihatkan giginya yang putih sempurna.
Kamu kok kelihatannya malu-malu sih, memangnya tidak suka ya aku bicarain ini?  pancingku.
Ooh  t-tidak kok, kak.  jawabnya sambil tersenyum manis. Sudah makin berani dia.  Bagus,  pikirku.
Mmm  jadi mau dong kalau kakak meminta sekarang?  pancingku kemudian.
Eee   dia tidak menjawab, tapi senyumnya jadi semakin manis sementara kedua tangannya saling meremas dan diluruskan ke bawah, tersipu malu.
Kok cuma eee aja  ya udah kalau tidak mau, kakak tidak akan  
Mau kok, kak. Tapi   ia memotong ucapanku, sambil tersenyum manis tentunya.
Tapi apa?  tanyaku sembari kupegang lembut genggaman tangannya, terasa halus dan sangat mulus sekali. Saat kuremas-remas, terasa ia agak ragu, namun akhirnya membalas pelan. Lumayan, mulai ada sedikit kemajuan.

 Nanti kalau aku bilang sakit, kakak harus berhenti ya   tanyanya makin berani.
 Iya, tentu saja. Kakak janji!  sahutku.
Meyda tersenyum, lalu kemudian mengangguk.  Baiklah, kak, kalau begitu silahkan lakukan!  katanya sambil tersenyum.

Melihat ulahnya yang menggemaskan itu, aku segera memeluk tubuhnya yang mungil tapi seksi dan dengan sedikit bernafsu segera kusosor pipinya yang putih mulus dengan bibirku. Meyda sedikit terkejut melihat ulahku, ia segera menepiskan pipinya dari bibirku. Aku jadi kaget.
 Kenapa, Mey?  tanyaku tak mengerti.

 Kakak kok gitu sih   dia memandangku sambil melotot, seakan menghakimiku.  katanya tadi tidak nyakitin, tapi kok kasar gitu?  tuduhnya.
Aku segera menarik nafas untuk mengendalikan diri, sambil tersenyum manis kuraih tangannya dan kutatap wajah manisnya yang masih kelihatan cemberut.  Maafin kakak, Mey. Kakak tidak sengaja   bisikku di telinganya.  itu tadi wujud kasih sayangku sama kamu   lanjutku.
 Ini pengalaman pertama bagiku, kak  jadi tolong buat agar jadi berkesan,  kata Meyda, seakan tetap merajuk kepadaku. Ia menarik lepas tangannya dari genggamanku dan berpaling ke kiri. Badannya yang hanya setinggi bahuku digoyangkan kesal, membuat payudaranya yang bulat jadi kelihatan bergoyang indah.

Iya, Mey  maafin kakak,  sahutku sambil tak berkedip bentuk payudaranya yang walaupun tidak seberapa besar namun terlihat cukup bulat, bentuknya seperti buah apel tapi tentu saja berukuran lebih besar. Baju tidurnya yang tipis membuat bh-nya yang mungil terpampang jelas, juga bawahannya yang ketat berwarna putih. Pokoknya baju dan celana yang ia kenakan benar-benar seksi dan terus terang justru sangat merangsang nafsuku.

Aku segera merangkulnya kembali, kupandangi wajahnya dari samping. Seolah-olah masih marah, Meyda mengatupkan bibirnya, tapi justru makin menambah keranuman dan keseksiannya. Mm  ingin rasanya aku mengecup dan mengulumnya, tapi mengingat ia masih cemberut, segera kuurungkan niatku. Aku tidak ingin membuat Meyda jadi lebih marah lagi, bisa-bisa malam ini aku tidak dapat merasakan kehangatan tubuhnya.

Meyda sayang   rayuku kembali.  Kakak boleh tidak cium bibir kamu?  tanyaku menggodanya.
Iih  kakak apaan sih,  Meyda merajuk, tapi tidak kelihatan marah, membuatku jadi makin berani, juga bernafsu.
Meyda sayang  terus terang, malam ini kakak kepingin banget. Kakak pingin memberikan rasa kasih sayang kakak sama kamu  kamu mau kan?  tanpa aku sadari, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.
Antara kaget dan heran dengan ucapanku, mata Meyda membelalak kaget, mukanya yang manis malah jadi kelihatan lucu. Bibirnya yang mungil merah merekah tampak basah memerah.  Kaakk   hanya kata itu yang ia ucapkan, selanjutnya ia hanya memandangku lama tanpa berkata apa-apa.
Aku segera mengambil inisiatif dengan menggenggam erat kedua tangannya.  Mey, percayalah apapun yang kakak lakukan nanti, itu adalah bentuk rasa cinta dan kasih sayang Kakak sama kamu  
Selesai berkata begitu, langsung kudekatkan mulutku ke wajahnya, dengan cepat kukecup bibirnya yang mungil dengan lembut. Ah, terasa begitu hangat dan lembab, juga nikmat dan sangat manis sekali. Hidung kami saling bersentuhan, bisa kudengar nafas Meyda yang sedikit kaget, namun sama sekali tidak berontak. Segera kulanjutkan dengan mengulum bibir bawahnya, kusedot sedikit. Mm terasa sangat halus dan mulus. Baru pertama kali ini aku mengecup bibir perempuan, yang asyiknya perempuan itu sangat cantik seperti Meyda. Enak sekali ternyata.

Lima detik kemudian, kutarik mulutku dari bibir Meyda. Aku ingin melihat reaksinya, ternyata saat kukecup tadi ia memejamkan kedua matanya. Dengan sorot mata redup Meyda memandangku, tatapannya sedikit aneh, namun wajah manisnya kelihatan begitu mempesona. Bibir mungilnya yang tadi kukecup masih setengah terbuka, terlihat begitu merah dan basah merekah.
 Bagaimana, Sayang  mau dilanjutkan?  rayuku dengan nafas memburu akibat menahan nafsu. Tanpa kusadari batang penisku sudah tegang tak terkira, terjepit di celana. Mulai terasa sedikit sakit, tapi terpaksa kutahan sekuat tenaga.
Meyda cuma terdiam.
Kuberanikan diri untuk menggerakkan tanganku, yang tadinya hanya meremas jemari tangan, kini mulai meraba ke atas menelusuri pergelangan tangan, dan terus ke atas hingga sampai di lengan. Bahu Meyda kuremas-remas lembut sambil kupandangi gundukan bulat menantang yang ada di depan dadanya. Beha putih yang ia kenakan kelihatan penuh terisi oleh daging lunak yang sangat merangsang. Mmm  jemari tanganku gemetar menahan desakan keinginan untuk menjamah dan meremasnya.
Kulirik Meyda, ternyata dia masih memandangku dengan penuh keraguan, namun kuyakin ia tahu kalau aku sudah dilanda oleh nafsu birahi yang menggelora  siap untuk menerkam dirinya  menjamah tubuhnya  meremas payudaranya  dan pada akhirnya akan menyetubuhinya sampai puas 
Mey,  bisikku sambil berusaha tetap tersenyum, salah satu tanganku kuturunkan ke bawah untuk menggerayangi pinggulnya yang padat menantang. Kususupkan ke belakang lalu kuusap pelan belahan pantatnya yang bundar dan kuremas gemas. Wow, begitu lunak dan hangat kurasa.
Ahh  kak,  Meyda merintih pelan saat jemari tanganku bergerak semakin menggila, kini aku menelusup ke pangkal pahanya yang padat berisi dan mulai mengelus-elus gundukan bukit kecil yang ada disana  bukit kemaluannya.

Selama beberapa saat kuusap-usap perlahan benda itu dari luar celana dalamnya, sebelum dua detik kemudian kupaksa dua jariku masuk ke belahannya yang mulus dan indah. Kini gundukan kemaluan Meyda telah berada dalam genggaman tanganku. Dia menggelinjang kecil saat jemari tanganku mulai meremas perlahan, terasa sangat empuk dan hangat sekali. sambil terus menggesek, kembali kudekatkan mulutku ke bibir mungilnya.

 Aku ingin tubuhmu, Mey   bisikku diantara desahan nafas yang semakin memburu.
 Hhh  lakukan, kak  tubuh Meyda milik kakak seutuhnya malam ini   sahutnya.
Hatiku bersorak girang seakan tak percaya, senang bercampur haru. Aku tak pernah menyangka bahwa hari ini akan tiba, saat dimana aku memperawani seorang gadis. Bukan gadis sembarangan, karena dia adalah Meyda Safira, salah satu artis tercantik di Indonesia.

Secepat kilat bibir mungilnya yang hangat kukecup kembali dan lekas kukulum nikmat. Kuhayati dan kurasakan sepenuh hati betapa lembut dan nikmatnya daging merah itu. Hidung kami bersentuhan mesra, kudengar dengus nafas Meyda yang kencang memburu saat aku terus mengecup dan mengulum bibirnya cukup lama. Kuhisap habis bau harum nafasnya yang begitu sejuk mengisi rongga paru-paruku.

Kujulurkan lidahku dan kumainkan di dalam mulutnya, persis seperti yang diintruksikan oleh kamasutra. Dengan mesra Meyda membalas, ia menggigit lembut dan mengulum lidahku dengan bibirnya. Ah, terasa sangat manis dan begitu nikmat. Kedua lidah kami terus bersentuhan, hangat dan basah. Tanpa bosan kukecup dan kukulum bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Terdengar suara kecipakan saat mulut kami saling beradu, tak kusangka Meyda bisa membalas semua lumatanku dengan begitu bergairah pula.

 Ah, Mey  kamu pintar juga!  pujiku tanpa curiga.
Mukanya yang manis kelihatan sayu dan tatapan matanya tampak mesra, sambil tersenyum manis ia menyahut,  Mm  Mey hanya menuruti naluri, kak.  sahutnya polos.
 Tapi kok pintar sekali?  godaku.
Meyda tersenyum malu, wajahnya berubah jadi merah.  T-tidak tahu, kak   ia menundukkan mukanya.
 Tidak apa-apa, itu tandanya kamu bisa menikmati.  aku tersenyum lega karena tidak perlu repot-repot membimbingnya nanti. Jemari tanganku yang masih berada di selangkangannya mulai bergerak menekan gundukan bukit kemaluannya, kuusap-usap pelan ke atas dan ke bawah.
 Auw, kak!!  Meyda memekik kecil dan mengeluh lirih, kedua pelupuk matanya dipejamkan rapat-rapat, sementara mulutnya yang mungil meringis lucu. Wajahnya yang manis nampak sedikit berkeringat.
Kuraih kepalanya dalam pelukanku dan kubisikkan kata-kata mesra di telinganya. Kucium rambutnya yang panjang sebahu.  Enak, sayang, kuusap-usap begini?  tanyaku penuh nafsu.
 Hhh  i-iya, kak.  sahutnya polos. Terlihat dia sudah mulai kepingin juga.

Jemari tanganku yang nakal kini bukan cuma mengusap, tapi juga mulai meremas gemas gundukan bukit kemaluannya.  Ahh  sakit, kak  auw!  Meyda memekik kecil, tubuhnya terutama pinggulnya menggelinjang keras. Kedua pahanya yang tadi menjepit pergelangan tanganku kini direnggangkan.
Kuangkat wajahnya ke arahku, kulihat matanya masih terpejam rapat, namun mulutnya sedikit terbuka. Kurengkuh tubuhnya agar lebih merapat ke badanku, lalu kembali kukecup dan kucumbu bibirnya dengan penuh nafsu.

 Ehm  kak!  Meyda meraih pinggangku dan memeganginya kuat-kuat. Kini jemari tanganku bergerak merayap ke atas, mulai dari pangkal paha terus ke atas, menelusuri pinggangnya yang kecil ramping tapi padat. Aku baru berhenti saat kurasakan ujung jemariku sudah berada di kaki bukit buah dadanya. Dari balik baju tidurnya, bisa kurasakan betapa padat gundukan daging itu. Kuelus perlahan, sebelum mulai mendakinya tak lama kemudian.

 Uhh  kak!  Meyda merintih saat kuremas pelan gundukan buah dadanya. Terasa sangat padat dengan sedikit campuran rasa empuk dan kenyal yang sangat menggiurkan.  Auw, pelan-pelan, kak   bisiknya parau, bibirnya tampak basah akibat cumbuanku tadi.
Kini secara bergantian jemari tanganku meremas kedua buah dadanya dengan lebih lembut. Meyda menatapku dengan senyumnya yang mesra. Ia membiarkan tanganku menjamah dan meremas-remas kedua buah dadanya sampai puas. Hanya sesekali ia merintih dan mendesah lembut bila aku meremas susunya sedikit keras. Kami saling berpandangan mesra, kutatap sepuasnya wajah manisnya, sampai akhirnya aku sudah tak kuat lagi menahan desakan batang penisku yang sudah ngaceng berat.
 Ughh   aku meloncat berdiri.

Meyda yang tadinya sedang menikmati remasanku pada buah dadanya, jadi ikutan kaget.  Eh, kenapa, kak?  tanyanya.
 A-anu, punya kakak sakit nih   sahutku sambil buru-buru membuka celana. Aku tak peduli meski Meyda kelihatan malu, toh dia akan melihat juga pada akhirnya.
Celana panjangku melorot ke bawah, juga celana dalamku. Meyda yang tak menyangka aku akan berbuat demikian, hanya memandangku dengan terbelalak kaget. Apalagi saat melihat batang penisku yang sudah ngaceng berat, yang begitu tegang dan mengacung ke atas, dengan urat-urat di permukaannya tampak menonjol keluar semua.

 Auw! Kakak jorok!  dia menjerit kecil sambil memalingkan mukanya ke samping. Meyda menutupkan kedua telapak tangan ke wajahnya yang cantik.
 Hehehe   aku terkekeh. Melihat tubuhnya yang masih memakai baju dan celana panjang, aku jadi gemas pingin melucutinya sampai bugil. Ah, ingin rasanya segera menyetubuhinya, tapi aku berusaha menahan diri. Itu tidak adil, kami harus sama-sama menikmati permainan ini. Aku tidak mau Meyda merasa rugi, dan ujung-ujungnya kapok tidak mau mengulangi lagi. Kalau begitu kan, aku sendiri yang rugi.
Tugasku sekarang adalah merangsangnya sampai siap. Karena bagaimana pun dia kan masih perawan. Pasti sangat sakit saat melakukan untuk yang pertama kali. Aku harus bisa meminimalisir hal itu, ini adalah tantangan buatku, benar-benar detik-detik yang mendebarkan dan menegangkan. Satunya perjaka dan satunya perawan. Sama-sama belum punya pengalaman seks selain dari buku kamasutra jadul 
 Mey, takut apa sih  kok mukanya ditutup gitu?  tanyaku menggoda.
 I-itu  p-punya kakak   sahutnya lirih.
 Lho, memang kenapa? Kamu tidak pernah lihat alat kelamin cowok?  sahutku geli.
Meyda mengangguk.  Mey belum pernah, i-ini yang pertama.  sahutnya masih sambil menutup muka.
Gila! Dia benar-benar lugu dan perawan.  Yah, tidak apa-apa. Ayo coba sini, punya kakak kamu pegang. Ini kan milik kamu juga.  kataku nakal.
 Ah, tidak mau. Malu  jorok   sahutnya.
 Tidak usah malu, kakak yang telanjang aja tidak malu sama kamu. Tadi kakak sudah pegang punya Mey, sekarang ganti giliran Mey yang pegang punya kakak   sahutku sembari kuraih kedua tangannya yang masih menutupi muka.

Pada mulanya Meyda menolak, namun setelah kurayu-rayu dan sedikit kupaksa akhirnya dia mau juga. Kedua tangannya segera kubimbing ke arah selangkanganku. Meyda memang mau memegangnya, namun kedua matanya masih terpejam rapat, sama sekali tidak mau melihat. Meski begitu, itu sudah cukup membuat jantungku berdegup kencang. Bagaimanapun inilah pertama kali aku telanjang di depan perempuan sambil mempertontonkan alat vital, apalagi sampai dipegang-pegang segala. Seperti mimpi rasanya, apalagi saat tahu kalau yang melakukannya adalah Meyda Safira, salah satu artis cantik berjilbab yang tubuhnya pasti diidam-idamkan banyak orang.

Meyda mulai mengusap kepala penisku. Pada mulanya jemari tangannya hendak ditarik lagi saat pertama kali menyentuh, namun karena kupegangi dengan kuat, akhirnya ia hanya pasrah saja.
Aah  terus, Mey, pegang batangnya dengan kedua tanganmu!  rayuku penuh nafsu.
Iih, keras sekali, kak   bisik Meyda sambil tetap memejamkan mata. Wajahnya yang manis kelihatan tegang dan sedikit berkeringat.
Iya, itu tandanya kakak sayang sekali sama kamu. Aah   aku mengerang nikmat saat tiba-tiba saja Meyda meremas kuat batang penisku.
Gimana, kak, enak?  tanyanya dengan jemari tangan terus meremas kuat.
Ohh  jangan dilepas  terus seperti itu   erangku lirih.
Meyda yang semula agak gugup, kini mulai sedikit mengerti. Jemari tangannya yang tadi merenggang, kini mulai bergerak pelan untuk mengusap batang penisku.
Ahhh   aku melenguh nikmat. Kulihat Meyda sudah mulai berani menatap rudal saktiku sambil terus meremas pelan, aku tak tahu apa yang ada dalam pikirannya. Dan aku tak peduli, yang penting aku merasa nikmat dengan kocokannya. Dalam hati aku membatin, pake tangan aja sudah begini nikmat, apalagi dijepit pake vagina, bisa-bisa aku pingsan karena saking enaknya.
Meyda memandangku sambil tersenyum, wajahnya tak lagi malu-malu seperti tadi. Bahkan dengan penuh semangat ia mulai mengusap-usap penisku maju mundur  setelah itu digenggam dan diremasnya seperti tadi, lalu dokocok-kocok kembali. Sepertinya Meyda semakin bersemangat begitu melihatku melenguh nikmat, ia tertawa kecil saat melihatku yang hanya bisa mendelik setengah gelisah karena saking nikmatnya.

Kedua tangannya bergerak maju-mundur makin cepat, membuatku jadi semakin tak terkendali. Ini kalo dibiarkan bisa-bisa air maniku muncrat duluan, jadi aku segera berbisik kepadanya,  Mey, hentikan  kakak tidak tahan, mau keluar! 
 Iih   dengan kaget Meyda segera melepaskan remasan tangannya dan beringsut cepat ke sebelahku, sementara pandangan matanya tetap tararah ke batang penisku yang masih menegang penuh. Mungkin ia mengira air maniku akan muncrat membasahinya kalau dia tidak cepat-cepat pergi.
Antara geli dan nikmat, aku segera mengatur nafas agar birahiku sedikit menurun. Wuih, hampir saja terjadi banjir lokal.  Tidak jadi, Mey, hehe   bisikku lirih sambil tersenyum.
 Kok tidak jadi?  tanya Meyda polos.

 Buat nanti aja,  Kuraih tubuh sintalnya yang berada di sampingku dan kupeluk mesra. Meyda menggelinjang manja saat kurapatkan badanku ke tubuhnya yang mungil sehingga buah dadanya yang bundar montok terasa menekan dadaku yang bidang. Hmm, enaaak 
Kepalaku menunduk untuk mencari-cari bibirnya saat Meyda merangkulkan kedua lengannya ke pundakku. Wajahnya yang amat manis terlihat begitu dekat, apalagi saat mulai kukecup bibir mungilnya, Meyda membalasnya dengan begitu rakus. Kami mulai saling melumat gemas, begitu lama dan panas hingga Meyda megap-megap tak lama kemudian karena kehabisan nafas.
Sementara bibir kami masih terus bertaut mesra, jemari tanganku kembali menggerayangi bagian bawah tubuhnya. Kuremas gemas bulatan bokongnya sambil kuusap-usap mesra, kurasakan betapa kenyal dan padatnya daging montok itu. Meyda merintih lirih dalam cumbuanku saat kurapatkan bagian bawah tubuhnya ke depan, sehingga mau tak mau batang penisku yang masih ngaceng berat jadi terdesak ke perutnya. Untung saja Meyda memakai baju tidur yang lembut sehingga tidak sampai melukai penisku.

Mulai kugesekkan-gesekkan penisku disana, tapi baru 10 kali gerakan, Meyda tiba-tiba tertawa kecil.  Mey, apaan sih kok ketawa?  tanyaku heran sambil lidahku menjilati bagian atas bibirnya yang basah oleh air liur.

 Habisnya kakak sih  kan geli digesekin kaya gitu,  sahutnya sambil terus tertawa kecil.
Waduh, dasar perawan tulen. Tidak tahu kalau aku sudah nafsu setengah mati, malah ngajak becanda. Segera kurengkuh tubuhnya kembali ke dalam pelukanku, dan Meyda pun tak menolak saat aku menyuruhnya untuk meremas alat vitalku seperti tadi. Mulai kurasakan jemari tangannya mengusap dan mengelus-elus rudal patriot kejantanan dengan lembut sambil sesekali diremasnya dengan penuh kemesraan.
Aku menggelinjang nikmat,  Arghh  terus, sayang!  bisikku mesra.
Wajah kami saling berdekatan, Meyda memandangku sambil tersenyum manis.  Enak ya, kak?  tanyanya penasaran.
Aku mengangguk dan kukecup bibirnya yang nakal itu dengan penuh nafsu. Meyda membalas sambil memejamkan mata, namun kurasakan jemari tangannya semakin gemas saja mempermainkan batang penisku, bahkan mulai mengocok cepat seperti tadi. Aku tak tahan, rasanya jadi pingin muncrat lagi.
Saat itulah, Meyda menyuruhku untuk membuka baju.  Basah, kak, kena keringat.  katanya. Segera kucopot kancing kemejaku satu persatu lalu kulemparkan baju itu sekenanya ke samping, entah jatuh dimana. Kini aku benar-benar polos dan telanjang bulat di hadapannya.

Kulihat Meyda masih tetap mengocok batang penisku sambil wajahnya memandangku tersenyum manis. Kini aku tahu caranya mengontrol nafsu, tanpa sengaja Meyda telah menunjukkannya. Aku tidak boleh mengkonsentrasikan pikiranku pada kenikmatan ini, aku harus memikirkan hal lain. Melepas baju seperti tadi misalnya, terbukti sangat manjur untuk menunda ejakulasiku. Kini aku bisa memperlambat permainan seks yang mendebarkan ini. Awas kau Meyda, aku sudah pintar sekarang!
 Mey, suka tidak sama alat kelamin kakak?  tanyaku nakal.

Sambil tetap mengocok batang penisku, Meyda menjawab dengan polos,  Suka sih  tapi pasti sakit kalau dimasukin ke punyanya Mey,  ujarnya tanpa malu-malu lagi.
 Tenang, nanti kakak akan pelan-pelan.  sahutku.  Ngomong-ngomong, boleh tidak kakak melihat punya Mey?  kataku nakal.
Meyda mendelik sambil melepaskan tangannya dari penisku, dia segera menutupi selangkangannya dengan malu-malu.  Jangan, kak  Mey malu!  sahutnya.
Tingkahnya membuatku makin gemas dan bernafsu saja.  Ayolah, Mey  kakak penasaran nih,  desakku, lalu dengan cepat berjongkok di depannya. Kuraih pinggulnya yang seksi dan kudekatkan ke mukaku.
Pada mulanya Meyda agak memberontak dan menolak, namun saat kupandang wajahnya sambil tersenyum tulus, akhirnya ia menyerah pasrah. Jemari tanganku segera bergerak menarik celana tidurnya hingga terlepas. Mukaku yang persis berada di depan selangkangannya kini bisa melihat gundukan bukit kemaluan yang masih terbungkus celana dalam putih bersih, tampak sangat menonjol dan mumpluk sekali. Pasti bakal sangat nikmat sekali rasanya.

Meyda menatapku sambil tersenyum, wajahnya tampak memerah menahan malu. Tanpa meminta persetujuannya, dengan gemetar kutarik ke bawah celana dalamnya. Begitu terlepas, bau alat kelamin yang sangat harum langsung menyergap hidungku. Alamak, indahnya bukit kecil itu. Bentuknya menggembung sedikit memerah, dengan bagian tengah dibelah oleh bibir tipis yang masih tampak rapat. Di bagian atasnya, semak belukar yang tampak rimbun tampak tumbuh subur menyembunyikan biji kecil yang masih tidak kuketahui dimana rimbanya.

Aku hanya bisa melongo menyaksikan semua itu, tanpa terasa kedua tanganku gemetar melihat pemandangan yang baru pertama kalinya ini.  Ohh, Mey  indahnya!!  hanya itu kalimat yang sanggup kuucapkan untuk menggambarkan perasaanku.

Aku baru tersadar saat kulihat Meyda mulai membuka baju tidurnya,  Mey,  kupanggil namanya, karena belum hilang rasa kagetku melihat keindahan selangkangannya, ia sudah akan menyuguhiku keindahan lain dari tubuhnya yang sintal itu.

Tersenyum manis, Meyda terus mempreteli kancing bajunya dan melemparkan kaos itu begitu saja ke lantai saat sudah terlepas. Selanjutnya ia meraih ke belakang untuk membuka kait bh-nya, padahal masih terbungkus bh saja payudaranya sudah nampak begitu indah, apalagi kalau sudah dilepas.
Jawabannya kuperoleh tak lama kemudian saat bh-nya juga jatuh ke lantai, pukk  aku langsung melongo dan jatuh terduduk menyaksikan sesosok bidadari yang telanjang di depanku. Buah dada Meyda ternyata memang berbentuk bulat seperti buah apel, besarnya kira-kira dua kali bola tenis, warnanya putih bersih dengan puting kecil kemerahan menghiasi bagian puncaknya yang ranum. Aku tak pernah mengira kalau kecantikannya akan ditambah oleh keindahan tubuh yang sangat sempurna, sungguh sangat luar biasa.

Mey, k-kamu   aku tak sanggup mengucapkan kata-kata, hanya batang penisku yang semakin ngaceng berat yang menunjukkan kalau aku masih hidup.
Masih tetap tersenyum, Meyda mengulurkan kedua tangannya kepadaku dan mengajakku berdiri. Kini rasanya kami seperti Adam dan Hawa yang baru saja dipertemukan setelah sekian lama berpisah, sama-sama telanjang dan sama-sama saling menginginkan.
 Kak, Mey sudah siap  Mey akan serahkan semua milik Mey sebagai bukti pengabdian Mey kepada kakak.  bisiknya di telingaku.
Aku terharu, kurangkul tubuhnya yang telanjang begitu mesra. Badanku langsung seperti kesetrum saat kulit telanjang kami saling bersentuhan. Apalagi ketika payudara Meyda yang bulat dan padat menekan lembut permukaan dadaku.  Aah   tak terasa aku jadi merintih nikmat.
Jemari tanganku segera mengusap punggungnya yang telanjang, begitu halus dan mulus kurasakan, membuatku jadi tak sanggup menahan gejolak birahiku. Dengan penuh nafsu segera kuraih tubuh sintal Meyda dan kurebahkan diatas kasur. Suasana dalam kamar kelihatan gelap karena memang aku sengaja menutup semua gorden agar tidak kentara dari luar.
Jantungku berdegup kencang saat mulai menaiki tubuh sintalnya, Meyda memandangku tetap dengan senyumnya yg manis. Aku merayap ke atas tubuhnya yang bugil dan menindihnya, tak sabar untuk segera memasuki lorong vaginanya.

 Buka pahamu, Mey  kakak ingin menyetubuhimu sekarang.  bisikku penuh nafsu. Buah dadanya kelihatan sangat kencang dan bundar dengan puting mungil yang berwarna coklat kemerahan. Aku segera menjamahnya sambil menusukkan batang penisku ke celah bukit kemaluannya. Kurasakan liang vaginanya begitu hangat dan lunak.

 Ahh   suaraku bergetar saat ujung penisku mulai mengelusi permukaannya, sebelum selanjutnya menelusup diantara celahnya yang sempit.  Mey, kakak masukkan sekarang yah  nanti kalo sakit, bilang   bisikku sambil mulai mendorong pelan.
 Pelan-pelan, kak   sahutnya pasrah. Dia memeluk pinggangku sambil memejamkan kedua matanya seolah menungguku.
Tusukanku yang pertama gagal, aku tidak dapat melihat celah vaginanya karena posisi tubuhku yang memang tidak memungkinkan untuk itu, tapi aku terus berusaha  kucoba untuk menelusup lewat celah bagian atas, namun setelah kutekan, ternyata jalan buntu.
 Agak ke bawah, kak   Meyda memberi petunjuk.
Kutekan agak ke bawah,  Disini?  tanyaku.
 Ahh  kurang ke bawah dikit!  sahutnya.
Aku turunkan lagi.
 Hmm  yah disitu, tekan disitu, kak.  perintahnya.
Akupun mendorong. Benar, mulai terasa masuk sedikit.
 Auw! Pelan-pelan, kak  sakiiit!!!  Meyda memekik kecil sambil menggeliat kesakitan.
Segera kupegangi pinggulnya agar tidak banyak bergerak. Dengan keberhasilanku menemukan celah vaginanya, tugasku kini jauh lebih muda. Akupun mulai menekan lagi, kali imi lebih pelan. Meski begitu, tetap saja Meyda merintih kesakitan.
 Hhgg  sakit, kak!  pekiknya.
Tapi aku tidak ingin menyerah, sambil mencium bibirnya agar ia terdiam, kupaksa kepala penisku untuk menelusup lebih dalam lagi. Terasa sangat sempit dan basah disana.
 Tahan, Mey  kakak masukin lagi,  bisikku penuh konsentrasi. Mulai kurasakan kenikmatan saat kepala penisku berhasil menerobos masuk, dan langsung terjepit kuat di liang vagina Meyda.
 Auw, Kak  sakiiiiit   lagi-lagi Meyda menjerit, tubuhnya menggeliat penuh penderitaan. Aku berusaha menentramkannya dengan mengecup kembali bibir mungilnya yang basah memerah, kulumat dengan perlahan.
 Tahan, sayang  baru kepalanya yang masuk,  jelasku.  Kakak tekan lagi ya?  aku bertanya, dan tanpa menunggu jawaban kutusukkan penisku lebih dalam. Jeleebb 
 Auw!  Meyda berusaha menggigit bibir untuk meredam teriakannya.
 Tahan, sayang   bisikku.
Meyda hanya mengangguk perlahan, matanya lalu dipejamkan rapat-rapat sambil kedua tangannya memegangi punggungku kuat-kuat. Agak kubungkukkan badanku ke depan agar pantatku bisa lebih leluasa menekan ke bawah. Aku menahan napas sambil memajukan pinggulku kembali, tapi mentok, aku seperti membentur sesuatu. Semakin kutekan, semakin terasa menghalangi. Apakah ini selaput dara-nya?
Meyda memandangku dan mengangguk, seperti membenarkan apa yang kupikirkan.
Kukecup lagi bibirnya dan kudorong pinggulku semakin kuat. Ayo, aku tidak boleh kalah. Setelah beberapa kali usaha, serta diiringi teriakan Meyda yang semakin keras, akhirnya akupun berhasil. Creek  kurasakan seperti ada sesuatu yang robek di liang vagina Meyda. Dan selanjutnya, seperti sudah bisa diduga, penisku pun bisa meluncur masuk dengan begitu mudahnya.
KAKAK!!!  Meyda menjerit saat keperawanannya kurenggut, sementara aku melenguh nikmat merasakan jepitan vaginanya yang begitu kencang dan kuat. Dinding-dindingnya terasa hangat dan licin saat membungkus batangku, namun cengkeramannya begitu dahsyat, seakan-akan tidak ingin punyaku keluar dengan utuh. Di sela-sela tautan alat kelamin kami, kulihat beberapa tetes darah mengalir keluar membasahi sprei.
Aku menarik sedikit batangku, lalu kembali menekan 
 Hhggh  kak!!  Meyda kembali menjerit kesakitan, namun aku tak peduli. Aku sudah merasa enak, tanggung kalau harus berhenti sekarang.
 Maafkan kakak, Mey  tahan sebentar ya?  bisikku di telinganya.
Tidak menjawab, Meyda memejamkan matanya semakin rapat. Sementara sebutir air mata kulihat menetes di sudut kelopaknya. Aku harus cepat, kalo tidak istriku yang cantik ini akan terlalu lama menderita. Maka segera kupegang pinggul Meyda dan mulai kugoyang pinggulku perlahan-lahan.
 Ooh   aku merintih keenakan, mataku mendelik menahan jepitan ketat vagina Meyda yang luar biasa. Sementara Meyda hanya merintih-rintih sambil memandangku sayu. Bibirnya bergetar, seperti ingin berucap sesuatu, namun tidak jadi dan akhirnya malah tersenyum kepadaku.
Kak, Mey sudah tidak perawan lagi sekarang.  bisiknya lirih sambil tersenyum.
Tidak apa-apa,  kutatap dengan bangga istri tercintaku itu,  Kakak sekarang juga tidak perjaka lagi, balasku mesra. Kami sama-sama tersenyum. Kuusap mesra wajah Meyda yang masih terlihat menahan sakit setiap kali menerima tusukanku.
Gimana rasanya, kak, enak?  bisiknya mesra, rupanya dia sudah mulai bisa menerima kehadiran penisku di rongga vaginanya.

 Enak, May  nikmat sekali  ouhh  selangit pokoknya,  sahutku sambil mencium bibirnya dengan penuh nafsu, dan Meyda membalas tak kalah nikmatnya. Kami saling berpagutan lama sekali sambil pinggulku terus bergoyang pelan menyetubuhinya.

Kak, ugh   Meyda merintih dalam cumbuanku, beberapa kali ia sempat menggigit bibirku, namun sama sekali tak kupedulikan. Aku hanya merasakan betapa liang vaginanya yang hangat dan lembut itu menjepit kuat batang penisku, seakan mengenyotnya. Ketika batangku kegerakkan semakin cepat, terasa daging vaginanya seolah mencengkeram lebih kuat, nikmatnya sungguh sangat luar biasa. Aku sampai mendesis panjang karena saking enaknya.

Aaahhhhh   jeritku, air mani mulai kurasakan sudah mendesak ingin muncrat keluar. Betapapun kutahan dan kualihkan, tetap tidak bisa. Terpaksa aku harus merelakannya untuk menyemprot duluan. 
Mey, kakak mau keluar   bisikku di telinga Meyda.
Dia membuka matanya dan menatapku,  Keluarin aja, kak  di dalam punya Mey, tidak apa-apa. sahutnya.
Aku pun tidak sanggup bertahan lagi. Dengan satu teriakan keras, aku meledak. Spermaku menyembur berhamburan di liang vagina Meyda yang kini sudah tidak perawan lagi.

Artikel Lain Yang Bisa Anda Baca Juga :
Lainnya...

Cerita ini haya fiktif belaka apa 
Demikianlah Artikel yang mengulas "CERITA DEWASA :  Malam Pertama Setelah Menikah" dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Akhir kata, salam hangat dari admin. 
Ditinjau oleh: Internet, ceritakandewasa.blogspot.com.